Ingatakah Kamu dengan mimpimu, sebelum kita bersatu, yang hanya Kau ceritakan pada Aku dan Ayahmu ?
Yang setelah Kau ceritakan Ayahmu berkata
"Bersyukurlah nak ! ... Karena Kamu akan mendapatkan anugerah yang sangat besar, yang sangat luar biasa"
Dan Kamupun bertanya "Anugerah apakah itu Yah ?"
Lalu Ayahmu menyebutkan sebuah nama ".S.U.L.I.S."
Saat Engaku menceritakannya padaku, Aku merasa bangga. Bukan karena aku merasa menjadi sebuah anugerah yang sangat besar dan luar biasa, ...Tapi Karena Aku merasa, Aku telah dijadikan sebuah do'a oleh Ayahmu.
Aku sangat yakin, bila Ayahmu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi kekasih Tuhan, sehingga Beliau tidak pernah berkata-kata, kecuali yang bermanfaat. Dan Aku percaya bila kata-kata yang diucapkannya, lebih banyak berupa sebuah do'a dari pada kata-kata yang biasa.
Namun seiring berjalannya waktu, Kau lupa tentang mimpimu.
Dan sekarang, seandainya Kamu tau bagaimana Aku di sini, ... Aku yakin, .. Kau akan menangis tersedu-sedu karena dosa-dosamu.
Aku yang telah teramat sangat Kau sakiti, ...
Aku yang selalu meneteskan air mata setiap hari, ...
Masih sangat menyayangimu, dan tidak pernah membencimu.
Dan tidakkah Kamu merasa, bila saat ini tidak ada lagi orang yang menyayangimu lebih dari Aku ?
Jangankan tetangga, .... Apalagi orang lain, ... Keluargamu sendiri ... sudah tidak menginginkan kehadiranmu lagi.
Tapi tidak dengan Aku.
Aku tetap menyayangi dan mengasihimu.
Dan sekarang, ... Sebelum Kau meminta maaf padaku, .. Aku telah memaafkanmu ...
Dan sebagai manusia biasa, pasti tak pernah luput dari dosa ...
maka maafkan aku juga..
Dan saat ini ... Aku telah berusaha menjadikan mimpimu menjadi nyata ....
Dan telah juga kuhapuskan keraguanku, akan ketidak mampuanku yang pernah kuungkapkan dalam statusku
"Mampukah aku untuk membalaskan sebuah penghianatan, dengan do'a penuh kebaikan ?"
Karena hingga saat ini, tak pernah sekalipun kumendo'akanmu, keculai demi kebaikanmu.
Dan untuk langkah kita selanjutnya, ... biarlah Tuhan yang mengatur segalanya ...
Bila mungkin jalanku dan jalanmu adalah sama, akan ku terima kau apa adanya ....
Dan bila jalan kita ditakdirkan berbeda, Aku akan mengenangmu sebagai Orang yang pernah membuatku bahagia.
Yang setelah Kau ceritakan Ayahmu berkata
"Bersyukurlah nak ! ... Karena Kamu akan mendapatkan anugerah yang sangat besar, yang sangat luar biasa"
Dan Kamupun bertanya "Anugerah apakah itu Yah ?"
Lalu Ayahmu menyebutkan sebuah nama ".S.U.L.I.S."
Saat Engaku menceritakannya padaku, Aku merasa bangga. Bukan karena aku merasa menjadi sebuah anugerah yang sangat besar dan luar biasa, ...Tapi Karena Aku merasa, Aku telah dijadikan sebuah do'a oleh Ayahmu.
Aku sangat yakin, bila Ayahmu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi kekasih Tuhan, sehingga Beliau tidak pernah berkata-kata, kecuali yang bermanfaat. Dan Aku percaya bila kata-kata yang diucapkannya, lebih banyak berupa sebuah do'a dari pada kata-kata yang biasa.
Namun seiring berjalannya waktu, Kau lupa tentang mimpimu.
Dan sekarang, seandainya Kamu tau bagaimana Aku di sini, ... Aku yakin, .. Kau akan menangis tersedu-sedu karena dosa-dosamu.
Aku yang telah teramat sangat Kau sakiti, ...
Aku yang selalu meneteskan air mata setiap hari, ...
Masih sangat menyayangimu, dan tidak pernah membencimu.
Dan tidakkah Kamu merasa, bila saat ini tidak ada lagi orang yang menyayangimu lebih dari Aku ?
Jangankan tetangga, .... Apalagi orang lain, ... Keluargamu sendiri ... sudah tidak menginginkan kehadiranmu lagi.
Tapi tidak dengan Aku.
Aku tetap menyayangi dan mengasihimu.
Dan sekarang, ... Sebelum Kau meminta maaf padaku, .. Aku telah memaafkanmu ...
Dan sebagai manusia biasa, pasti tak pernah luput dari dosa ...
maka maafkan aku juga..
Dan saat ini ... Aku telah berusaha menjadikan mimpimu menjadi nyata ....
Dan telah juga kuhapuskan keraguanku, akan ketidak mampuanku yang pernah kuungkapkan dalam statusku
"Mampukah aku untuk membalaskan sebuah penghianatan, dengan do'a penuh kebaikan ?"
Karena hingga saat ini, tak pernah sekalipun kumendo'akanmu, keculai demi kebaikanmu.
Dan untuk langkah kita selanjutnya, ... biarlah Tuhan yang mengatur segalanya ...
Bila mungkin jalanku dan jalanmu adalah sama, akan ku terima kau apa adanya ....
Dan bila jalan kita ditakdirkan berbeda, Aku akan mengenangmu sebagai Orang yang pernah membuatku bahagia.

Posting Komentar