Bukan Supermen
Dari sebuah tarian Cosmis yang menawan
Kulihat besarnya Tangan Tuhan
Menggengam seluruh alam
Dalam genggaman Arrohmaanirrohiim

Dan aku menjadi debu di atas bumi
Mentari menjadi abu di dalam jagad raya
Hingga aku menjadi bukan siapa-siapa ...

Allohu Akbar ... Alloh Maha Besar ...

(sesaat setelah membaca buku National Geographic tentang Jagad Raya)
Bukan Supermen
Wahai Bidadari Malam ....
Lembutnya angin malam ini ...
Tlah menghantarkan kidung smarandana yang kau dendang ...


Menelisik di antara dedaunan ...
Mengusik hati yang dirindu Sayang ...
 
Bulan dan Bintangpun menari ...
Terbius oleh dalamnya syair-syair smarandana ...
Dalam wewangian dupa cinta ...
Kata-katamu tlah menjelma mantra ...
Yang mampu menusuk relung hati ...

Tapi di sini pun Aku tertusuk duri ...
Bukan Supermen

Sesungguhnya persimpangan tlah kulalui ...
Tapi cahaya itu masih negitu menyilaukan ...
Menembus bathin jiwa menggelayuti langkah ...

Aku tak ingin menoleh ...
Tapi aku juga tak bisa memberontak hati ...
Sedangkan kata-kata telah menjadi simpul yang mengikat jiwa ...
Meski tak pati ...
Tapi sungguh susah aku membukanya ...

Tuhan ....
Tunjukan kepastian-Mu ...
Aku sungguh mendambanya ....

Bukan Supermen

Dari mata air di tepian ngarai
Coretan ini mengalir deras

Berkisah tentang derita jiwa Seorang pecundang yang memberontak nurani ...
Bercerita tentang tertawannya hati Seorang penghianat yang membelot dalam perang ....

Di sini
Aku Sang Raja Jiwa...
Melihat mata hati menangis
Saat jiwa menggapai uluran tangan Ratu Bilqis

Dari sini
Aku Sang Raja Jiwa...
Memasrahkan rela
Bila Cleopatra hendak menghukum rasa

"Maafkan Aku"
Kata jiwa pemberontak rasa dalam diam ...

Bukan Supermen
Di Ujung Timur Air Mengebah ...
Di Tepian Barat Air Menggulung ...
Di Tengah-tengah Batu, Kerikil Dan Pasir Membara ...

Ya Tuhan ...
Ada Apa Dengan Semua Ini ?
Tidak Cukupkah Air Mata Mereka Untuk Menghentikannya ?
Begitu Banyakkah Kedzaliman Di Bumi Kami ?
Hingga Hujanpun dari Batu ...
Hingga Airpun Menjadi Sapu ...

Tuhan ...
Apunkanlah Dosa-Dosa Kami ...
Agar Teredam Amarah Alam ...

Aku Tau ..
Bukanlah Alam Yang Tak Mau Bersahabat Dengan Kami ...
Tapa Kamilah Yang Tak Bisa Bersahabat Dengan Alam ...
Sadarlah Kawan ...
Ini Bukan Sekedar Hukuman ...
Ini Lebih Dari Peringatan ...


Bukan Supermen
Kasih ...
Jangan sia-siakan air mata yang telah kuteteskan ini.
Ini adalah Sari pati.
Ini adalah perasan perihnya rindu, dan tulusnya kasih sayang.

Kasih ...
Ambilah cawan itu, biar kutuang kedalamnya segala rasa yang ada.
Genangkanlah ke dalam kolam bathinmu.
Smoga beningnya kan mampu menghapus kotoran2 yang ada.
Smoga beningnya kan mampu mengundang cahaya.
Hingga berbias pelangi di langit-langit hatimu.

Bila nanti saatnya tlah tiba,
Setiap butir dari tetesannya kan menjadi kristal-kristal air penuh aura.
Yang menghujani kehidupan kita.
Itulah tandanya ... Kita tlah menjadi Ratih dan Kamajaya ....


Kau
Bukan Supermen
Aku Suka Dengan Caramu Berbusana
Aku Suka Dengan Caramu Berbicara
Dan Aku Telah Tergoda
Olehmu Yang Tak Pernah Menggoda

Tapi Cahyamu Terlalu Terang Untuk Sebuah Bintang
Hingga Punggukpun Merindukan Bulan

Dan Dari Pertama Kali Aku Melihatmu
Aku Sangat Menghormatimu
Hingga Untuk Menyentuhmupun
Bermimpipun Aku Tak Berani

Sedangkan Aku Adalah Orang Yang Tak Pernah Memaksakan Diri
Untuk Melampaui Batas Kemampuanku