Bukan Supermen
Dalam Gundahmu ...
Sungguh Aku Tak Ingin Meninggalkanmu ....
Tapi Hatimu Bukan Untukku .....

Dan Aku Hanyalah Koral Yang Mencoba Menjadi Karang ...
Namun Kerasnya Gelombang Membuatku Tumbang ...

Dan AKu Hanyalah Sebatang Lilin Yang Mencoba Menjadi Bintang ...
Namun Tubuhku Hancur Saat Memberimu Terang ....

Maka Izinkanlah Aku Meninggalkanmu ...
Karena Aku KAn Berlalu ...
Seperti Pemanah Yang Letih Dan Kembali Pulang Tak Berpengharapan ....
Bukan Supermen
Tolong Ceritakan Padaku
Tentang Perasaanmu,
Ketika Lampu Padam, .. Dan Kau Hanya Akan Dibutuhkan
Sesudahnya
Dilupakan

Tolong Beri Tau Aku
Tentang Perasaanmu
Ketika Kau Mampu Memberi Terang Kepada Yang Kegelapan
Sedang Engkau,
Hancur Luluh,
Mati Dan Menghilang, 
Banggakah Engkau ?
Atau
Menyesalkah Engkau ?

Sayang,
Lilin Tak Berperasaan
Sedang Aku,
Berperasaan




Bukan Supermen
Aku tersesat
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
‘tuk sejenak lelap di bahumu

Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya

Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa

Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya





Bukan Supermen
Dari sebuah tarian Cosmis yang menawan
Kulihat besarnya Tangan Tuhan
Menggengam seluruh alam
Dalam genggaman Arrohmaanirrohiim

Dan aku menjadi debu di atas bumi
Mentari menjadi abu di dalam jagad raya
Hingga aku menjadi bukan siapa-siapa ...

Allohu Akbar ... Alloh Maha Besar ...

(sesaat setelah membaca buku National Geographic tentang Jagad Raya)
Bukan Supermen
Wahai Bidadari Malam ....
Lembutnya angin malam ini ...
Tlah menghantarkan kidung smarandana yang kau dendang ...


Menelisik di antara dedaunan ...
Mengusik hati yang dirindu Sayang ...
 
Bulan dan Bintangpun menari ...
Terbius oleh dalamnya syair-syair smarandana ...
Dalam wewangian dupa cinta ...
Kata-katamu tlah menjelma mantra ...
Yang mampu menusuk relung hati ...

Tapi di sini pun Aku tertusuk duri ...
Bukan Supermen

Sesungguhnya persimpangan tlah kulalui ...
Tapi cahaya itu masih negitu menyilaukan ...
Menembus bathin jiwa menggelayuti langkah ...

Aku tak ingin menoleh ...
Tapi aku juga tak bisa memberontak hati ...
Sedangkan kata-kata telah menjadi simpul yang mengikat jiwa ...
Meski tak pati ...
Tapi sungguh susah aku membukanya ...

Tuhan ....
Tunjukan kepastian-Mu ...
Aku sungguh mendambanya ....

Bukan Supermen

Dari mata air di tepian ngarai
Coretan ini mengalir deras

Berkisah tentang derita jiwa Seorang pecundang yang memberontak nurani ...
Bercerita tentang tertawannya hati Seorang penghianat yang membelot dalam perang ....

Di sini
Aku Sang Raja Jiwa...
Melihat mata hati menangis
Saat jiwa menggapai uluran tangan Ratu Bilqis

Dari sini
Aku Sang Raja Jiwa...
Memasrahkan rela
Bila Cleopatra hendak menghukum rasa

"Maafkan Aku"
Kata jiwa pemberontak rasa dalam diam ...

Bukan Supermen
Di Ujung Timur Air Mengebah ...
Di Tepian Barat Air Menggulung ...
Di Tengah-tengah Batu, Kerikil Dan Pasir Membara ...

Ya Tuhan ...
Ada Apa Dengan Semua Ini ?
Tidak Cukupkah Air Mata Mereka Untuk Menghentikannya ?
Begitu Banyakkah Kedzaliman Di Bumi Kami ?
Hingga Hujanpun dari Batu ...
Hingga Airpun Menjadi Sapu ...

Tuhan ...
Apunkanlah Dosa-Dosa Kami ...
Agar Teredam Amarah Alam ...

Aku Tau ..
Bukanlah Alam Yang Tak Mau Bersahabat Dengan Kami ...
Tapa Kamilah Yang Tak Bisa Bersahabat Dengan Alam ...
Sadarlah Kawan ...
Ini Bukan Sekedar Hukuman ...
Ini Lebih Dari Peringatan ...


Bukan Supermen
Kasih ...
Jangan sia-siakan air mata yang telah kuteteskan ini.
Ini adalah Sari pati.
Ini adalah perasan perihnya rindu, dan tulusnya kasih sayang.

Kasih ...
Ambilah cawan itu, biar kutuang kedalamnya segala rasa yang ada.
Genangkanlah ke dalam kolam bathinmu.
Smoga beningnya kan mampu menghapus kotoran2 yang ada.
Smoga beningnya kan mampu mengundang cahaya.
Hingga berbias pelangi di langit-langit hatimu.

Bila nanti saatnya tlah tiba,
Setiap butir dari tetesannya kan menjadi kristal-kristal air penuh aura.
Yang menghujani kehidupan kita.
Itulah tandanya ... Kita tlah menjadi Ratih dan Kamajaya ....


Kau
Bukan Supermen
Aku Suka Dengan Caramu Berbusana
Aku Suka Dengan Caramu Berbicara
Dan Aku Telah Tergoda
Olehmu Yang Tak Pernah Menggoda

Tapi Cahyamu Terlalu Terang Untuk Sebuah Bintang
Hingga Punggukpun Merindukan Bulan

Dan Dari Pertama Kali Aku Melihatmu
Aku Sangat Menghormatimu
Hingga Untuk Menyentuhmupun
Bermimpipun Aku Tak Berani

Sedangkan Aku Adalah Orang Yang Tak Pernah Memaksakan Diri
Untuk Melampaui Batas Kemampuanku
Bukan Supermen
Kulihat ...
Puisiku hidup di antara yang mati

Kudekati ...
Kusapa Puisiku sendiri
Owh ...
Puisiku menjawabnya ramah

Perlahan ...
Kuajak ngobrol sampai pagi
Owh ...
Puisiku mengimbanginya dengan lincah

Ya Tuhan  ...
Kumohon ... Jangan Kau binasakan Puisiku kembali
Dan ijinkanlah Aku ...
Tuk hidup seribu tahun lagi
Bukan Supermen
Tak pernah terfikirkan olehku .. Aku bisa berada di sini ...
Aku melangkah dengan begitu saja ...
Hanya senyum dan air mataku, .. Aku selalu berjalan ke sana ke sini ...
Memberikan sinar kasih sayang kepada siapa saja ...
Sementara sinar cinta itu, ... tetap terus kujaga ....

Tapi entah mengapa ...
Berjuta suara mencoba menyentuh hati ...
Ada satu, seperti paku tumpul yang dipukulkan dengan begitu keras ..
Hingga membekas bak Huruf braile ...
Tak Berlubang Memang ...
Tapi bagiku cukup menggangu kenyamanan Hati ..

Aku mencoba untuk tak mempedulikannya ...
Dan aku tetap berjalan seenaknya ...

Dan tiba-tiba ...

Duaarrrrrrr.......

Dinding Hati seperti terpukul lagi ...
Berlubang ...

Melaluinya, ... Kuintip ke luar ...
Hah ... ternyata dia ..
Katanya "Cinta"

Kucoba menutupnya ..
Namun setiap kali kucoba menutupnya ...
Cinta selalu memasukkan kata-kata yang bisa menyentuh rasa ...
Setiap Kali ...

Aku tertegun ..
Aku Heran ...
Dan akhirnya Aku Merenung ...
Ada Apa dengan hatiku ?
AKu Tak Tau ...


Tolong Jangn Permainkan Aku ...
AkU Sedang Lelah ...
Aku TAk Ingin Bermain-main ...

Tolong Tutuplah Lubang Itu Bila Kau Mau ...
Atau MAsuklah Dengan Sesuka HAtimu ...
Aku Mengijinkannya
Karena Hanya KAu YAng mampu Melakukannya ...
Bukan Supermen
Seraut Wajah Sebatas Khayal Adalah Harapan
Harapan Melayang Setinggi Ruang Cahaya
Seindah Lembayung Senja





Melekat ...

Erat ...
Di Setiap Molekul Hati
Mengalirkan Darah Penuh Imagi 

Dalam Sedihnya Aku Merasa Ada
Dalam Bahagianya Aku Merasa Ada
Menjadi Benang Harapan Untuk Meneruskan Rajutan Mimpi Mimpinya



Bukan Supermen
Telah kulihat panjangnya malam
Kucoba menengok ke belakang dan menatap ke depan
Tapi hanyalah gelap, misteri, dan kehampaan yang kudapati
Membingungkan .....
Aku seperti hilang dalam diriku sendiri

Aku diam ...
Mecoba menata hati ...
Berharap rasa demi rasa segera terendap
Hingga kudapati beningnya kolam Nurani

Aku malu kepadaMu ...
Kini Aku ingin menangis dan tersenyum untukMu
Dengan sedikit air mata dunia

Maka ...
Ajari Aku cara mencintaiMu ....

Bukan Supermen
KETIKA SATU IKRAR KU UCAPKAN ...

SATU NAMA TERSAMBUT LEMBUT KEDATANGANYA ...

AKUPUN BERSUARA ...

DIALAH CINTA ...

DIALAH SANG MAHA KAYA RASA ...

HMMM ...

MENYAKSIKAN CINTA MEMELUK SUKMA DAN NALURI INI ...

TERASA KU KAN BERTAHAN PADA SATU CINTA ...

ITULAH URAIAN HATI YANG SERING KU SEMATKAN DALAM DADA INI ...

KIRANYA YANG TERAKHIR ADALAH CINTA YANG AKAN KU UKIR SELAMANYA  SAMPAI KEADAAN TAK MEMUNGKINKAN LAGI,,,

CINTA ...

ANDAI KU BISA SENTUH JEMARIMU ...

JARI-JARI YANG KAN KU SEMATKAN DALAM SETIAP IBADAHKU ...

SGALA YANG INGIN KU SENANDUNGKAN DALAM HIDUPKU ..

KU KAN IKHLAS SERTAI KEBERADAANMU ...

CINTA ...

DIMANAKAH DIRIMU BERADA ...

HINGGA KINI KU TAK TEMUI BAYANGNYA ...

HANYA DESIRAN HALUS YANG KADANG MENYAPA DALAM MIMPI2 INDAHKU...

SEJENAK KU RASAKAN RINDU ...

INGIN HADIR DALAM DUNIAMU ...

DATANGLAH DALAM NYATAKU ...

PA BILA KU TAHU ...

KAPAN SAATNYA KAU SINGGAH DAN KAPAN SAATNYA KAU ADA ...

KU PASTI TAKKAN BIARKAN KAU MERASA TAK ADA ARTI DALAM MEMBERI ...

NAMUN AKU YAKIN ...

KU PASTI TEMUI JAWABNYA ...

CEPAT ATAU LAMBAT  ...

KU PASTI TEMUKAN DIA''CINTA''









Bukan Supermen
Aku Tak Ingin Seperti Supernova
Yang Tercipta Dari Ketidak Seimbangan Jiwa Dan Raga Dari Sebuah Bintang
Di Mana Raga Terlalu Kuat Untuk Sebuah Jiwa Yang Lemah
Hingga Meledaklah Badan Bintang Ke Luar
Mengancurkan Segala Yang Ada Di Dekatnya ...
Sungguh Sebuah Kehancur Yang Menghancurkan

Aku Juga Tak Ingin Seperti Lubang Hitam
Yang Tercipta Dari Ketidak Seimbangan Jiwa Dan Raga Dari Sebuah Bintang
Di Mana Jiwa Terlalu Kuat Untuk Sebuah Raga Yang Lemah
Hingga Hancur, Ambruk Dan Hilang Badan Bintang Ke Dalam Dirinya Sendiri
Menghisap Lenyap Segala Materi Yang Ada Di Dekatnya ....
Hingga Cahayapun Tak Mampu Lagi Bersinar Bila Terhisap Olehnya
Sungguh Sebuah Kehancuran Yang Membinasakan

Dan Aku Yang Memang Harus HAncur
Tak Ingin Kehancuranku Menjadi Sebuah Kehancuran Yang Menghancurkan

Karenanya ...
Aku Ingin Seperti "SEBATANG LILIN YANG BERSAHAJA" Saja
Yang Kehancurannya Mampu Menghapus Gulita
Mencipta Tawa Ria Pada Segala Yang Ada Di Dekatnya

Hingga Aku Akan Merasa Bahagia Dan Bangga
Saat Lilin Hancur, Habis Dan Padam
Dengan Kehancuran Yang Tidak Sia-Sia

Bukan Supermen
Lilin Eko Prasojo Hapus Lilin Eko Prasojo Meski Berpisah Denganmu, Tapi Aku Tak Pernah Meninggalkan Kamu ...
Di Sini Aku Tetap Menjaga Setiap Langkahmu ... Hingga Kamu Mendapatkan Penjaga Hatimu ..
Dan Kamu Tak Perlu Melakukan Apapun Untuk Membuatku Bahagia ..
Karena Bersamamu Telah Mebuatku Merasa Aku Lebih Bermakna ...
Sekarang .. Kita Jaga Saja Perpisahan Kita ...Yang Begitu Indah Ini ..
Jangan Sampai Fitnah Menodainya ...
I Love You ... Forever ...

21 Juli jam 23:13 · ·
Bukan Supermen


Aku bukanlah Superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

Ayahku selalu berkata padaku
Laki-laki tak boleh nangis
Harus s’lalu kuat, harus s’lalu tangguh
Harus bisa jadi tahan banting

Tapi ternyata sakitnya cinta
Buat aku menangis

Aku bukanlah Superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

Ayahku selalu memarahi aku
Jika jatuh air mataku
Kata ayah s’lalu air mata itu
“Adalah tanda kelemahan”
Tapi ternyata air mataku
Ternyata jatuh juga

Aku bukanlah Superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

Ayahku tersayang (ayah), maafkanlah aku (maafkan aku)
Jika aku masih menangis (masih nangis)
Masih belum bisa (belum bisa), menjadi seperti (jadi seperti)
Apa yang ayah s’lalu mau (apa yang mau)
Kita berjanji tuk tidak lagi
Menangis karna cinta

Aku bukanlah Superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

Aku bukanlah Superman (bukan Superman)
Aku juga bisa nangis (juga bisa nangis)
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku
Bukan Supermen
Aku bisa sedikit tersenyum saat menulis
Catatan ini. Aku teringat saat Kamu
mengatakan Aku ini adalah Gajah. Aku yang
berbadan kerempeng, saat itu merasa heran
Kamu sebut gajah.
Tapi setelah tau maksud Kamu, Akupun
berkata, .. Bila Aku bukanlah Gajah, .. Tapi
Dompetnya Tukang Sulap.
Kamu pun bertanya .. Koq Bisa ?
Dan Aku Jawab ... Coba lihat dompetnya
tukang sulap, ... Sewaktu baru di keluarkan
dari saku celananya, .. terus di buka, .. tiba-
tiba keluarlah seekor Gajah dari dalamnya ...
Dan Kita pun Tertawa ....
===================================
=================
Tapi cerita tentang GAjah kini telah berlalu
dalam kehidupanmu. Seiring berjalannya
waktu, dan jarak yang memisahkan kita, ...
Engakupun luupa dengan Mimpimu tentang
Gajah ..
Dan kini Engkau memilih memelihara
Anjing, yang jelas-jelas di haramkan Tuhan ...
Dan Kaupun Melupakan Sang Gajah ...
Gajah sangat terluka ... Gadingnya pun telah
hancur tak lagi berharga .... Hampir di setiap
harinya ... Gajah selalu meneteskan air
matanya ...
Tapi dasar Gajah, tetaplah seekor Gajah ...
Meski Ia kehabisan air mata, takkan
membuatnya menjadi kecil dan kerdil.
Bahkan Ia bertambah besar saat Ia Ingin
memelukmu dengan belalainya .. di saat-
saat Engkau sakit dan menderita .
Sedangkan Anjing, hanyalah melihatmu dan
terdiam tanpa berbuat apa-apa.
Tapi kau sungguh keterlaluan. Engkau
masih menyimpan sesuatu dari Sang
Gajah ....
Padahal Ia telah memaafkanmu saat itu ...
Dan selalu yang menghiburmu disaat
dukamu ....
Kau sungguh terlalu ... Hingga Sebulan Kau
menghilang tanpa kabar ...
Dan saat Sang Gajah mendapatkan
kabarmu, .... Engkau sedang sibuk dengan
bayi dari Anjing peliharaanmu. Rupanya
Engkau telah mendapatkan hasil dari
Anjingmu ....
Untuk Kedua kalinya .. Sang Gajah terluka ...
Demi Tuhan luka ini lebih sakit dari luka
sebelumnya ... Takkan ada seorangpun yang
bisa membayangkannya ... Setelah dengan
ikhlas Ia memaafkan dan menyayangimu ..
Engkau ternyata menyimpan rahasia itu ...
Tapi anehnya, .. Sang gajahpun kini masih
tetap sayang dan memaafkanmu ....
Bahkan .....Meski sesungguhnya saat ini
tubuhnya sangatlah tidak memungkinkan
untuk bisa berdiri tegak, ... Tapi dengan
belalainya Ia masih mencoba memelukmu
tiap harinya ... Namun Engkau selalu saja
memegang rantai yang mengikat Anak
Anjingmu ... Saat Sang Gajah Mencoba untuk
merengkuhmu ke dadanya ...
Mungkinkah Seekor Gajah Bisa Menjadi
Inang Dari Seekor Anak Anjing ?
Hanya Alloh YAng Tau Segalanya ....
Bukan Supermen
Ingatakah Kamu dengan mimpimu, sebelum kita bersatu, yang hanya Kau ceritakan pada Aku dan Ayahmu ?
Yang setelah Kau ceritakan Ayahmu berkata
"Bersyukurlah nak ! ... Karena Kamu akan mendapatkan anugerah yang sangat besar, yang sangat luar biasa"
Dan Kamupun bertanya "Anugerah apakah itu Yah ?"
Lalu Ayahmu menyebutkan sebuah nama ".S.U.L.I.S."

Saat Engaku menceritakannya padaku, Aku merasa bangga. Bukan karena aku merasa menjadi sebuah anugerah yang sangat besar dan luar biasa, ...Tapi Karena Aku merasa, Aku telah dijadikan sebuah do'a oleh Ayahmu.
Aku sangat yakin, bila Ayahmu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi kekasih Tuhan, sehingga Beliau tidak pernah berkata-kata, kecuali yang bermanfaat. Dan Aku percaya bila kata-kata yang diucapkannya, lebih banyak berupa sebuah do'a dari pada kata-kata yang biasa.

Namun seiring berjalannya waktu, Kau lupa tentang mimpimu.
Dan sekarang, seandainya Kamu tau bagaimana Aku di sini, ... Aku yakin, .. Kau akan menangis tersedu-sedu karena dosa-dosamu.
Aku yang telah teramat sangat Kau sakiti, ...
Aku yang selalu meneteskan air mata setiap hari, ...
Masih sangat menyayangimu, dan tidak pernah membencimu.
Dan tidakkah Kamu merasa, bila saat ini tidak ada lagi orang yang menyayangimu lebih dari Aku ?
Jangankan tetangga, .... Apalagi orang lain, ... Keluargamu sendiri ... sudah tidak menginginkan kehadiranmu lagi.
Tapi tidak dengan Aku.
Aku tetap menyayangi dan mengasihimu.
Dan sekarang, ... Sebelum Kau meminta maaf padaku, .. Aku telah memaafkanmu ...
Dan sebagai manusia biasa, pasti tak pernah luput dari dosa ...
maka maafkan aku juga..

Dan saat ini ... Aku telah berusaha menjadikan mimpimu menjadi nyata ....
Dan telah juga kuhapuskan keraguanku, akan ketidak mampuanku yang pernah kuungkapkan dalam statusku
"Mampukah aku untuk membalaskan sebuah penghianatan, dengan do'a penuh kebaikan ?" 
Karena hingga saat ini, tak pernah sekalipun kumendo'akanmu, keculai demi kebaikanmu.

Dan untuk langkah kita selanjutnya, ... biarlah Tuhan yang mengatur segalanya ...
Bila mungkin jalanku dan jalanmu adalah sama, akan ku terima kau apa adanya ....
Dan bila jalan kita ditakdirkan berbeda, Aku akan mengenangmu sebagai Orang yang pernah membuatku bahagia.
Bukan Supermen
Berjuta kata telah tercipta di antara kita ...
Tapi kita tetap saja diam ...
Hanya mencoba saling meraba dan meraba ...



Dan kitapun ... tak pernah bisa memahami
Tentang kabut yang menyelimuti pagi ...
Sedangkan beningnya embun hatimu
Terlalu khayal bagiku untuk bisa menyentuh ...



Mungkin Aku yang egois ...
Mungkin juga Aku terlalu pesimis ...



Tapi sebenarnya Aku hanya mencoba menyadari
Bila kotak waktu telah memarginalkan Aku
Hingga tangankupun tak mampu menjangkau ruang antaranya ...



Biarlah Aku di sini Sendiri ...
Memandangmu ...
Menembus ruang antar waktu ...
Sembari menikmati sakit
Dari sebuah hati yang terpaku ...
Bukan Supermen


Pernah ada rasa cinta antara kita
kini tinggal kenangan
ingin kulupakan semua tentang dirimu
namun tak lagi kan seperti dirimu

oh bintangku
jauh kau pergi meninggalkan diriku
disini aku merindukan dirimu
kini kucoba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu

oh kekasih
jauh kau pergi meninggalkan diriku
disini aku merindukan dirimu
kini kucoba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu

oh kekasih
pernah ada rasa cinta antara kita
kini tinggal kenangan
ingin kulupakan semua tentang dirimu
namun tak lagi kan seperti dirimu

oh bintangku
jauh kau pergi meninggalkan diriku
disini aku merindukan dirimu
kini kucoba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu

oh kekasih
Bukan Supermen
Sobat .....

Aku Ingin Sekali Bisa Diam Dan Memendam ...

Tapi Aku TAk Bisa .....



Hatiku Yang Perih .....

Selalu Merintih-rintih ....



Dan Bila Aku Mencoba Untuk Membekap Mulutnya .....

Nafasku Terasa Sesak .....

Aku Seperti Terhimpit Beban Yang Sangat Berat .....



Dan Bila Aku Terus Mencoba Untuk Terus Membekapnya ....

Maka ...

Air Mataku-lah Yang Akan Berbicara ....



Maafkan Aku Kawan ....

Aku Tak Bisa Diam ....

Biarkan Aku Terus Bersuara ....

Meskipun Itu Suara Lara ....


Bukan Supermen
ADALAH CINTA YANG TAK KAN PERNAH PADAM
MESKI DENGAN PISAU KAU MENIKAM
MESKI API KAU SULUTKAN
DIA HANYA AKAN MENANGIS
KARENA TERLUKA

TAPI TIDAK UNTUK BINASA
Bukan Supermen
BODOHNYA AKU....

YANG MEMEGANG LILIN
UNTUK PENERANG JALAN
TERLENA DALAM CAHAYA ROMANTIS
BANGGA DENGAN PUTIHMU
PERCAYA KAU TAKKAN MEMBAKARKU

KINI....
LELEHANMU MULAI MENYAKITIKU
                                                      CAHAYAMU MULAI MENYESATKANKU
                                                       NAMUN KU MASIH MEMEGANGMU

                                                          BODOHNYA AKU...............

                                                           KAU MULAI MEMBAKARKU
Bukan Supermen
BILA ABU ABU MULAI KUYAKINI HITAM
BILA SENJA NAMPAK MULAI MALAM
AKANKAH PUTIHKU TERLUPAKAN

SEDANGKAN KEJUJURAN ADALAH KEMUSTAHILAN
DAN KEKAUAN ADALAH JEMBATAN

 PUTIH ADALAH HITAM
BIRU ADALAH HITAM
MERAH ADALAH HITAM
BILA DI TENGAH GELAP MALAM

MAKA NANTIKANLAH SIANG
MESKI KABUT MENUTUP
MESKI MENTARI MEREDUP

KARENA PUTIH AKAN NAMPAK PUTIH
YANG BIRU TERLIHAT BIRU
 MERAHPUN MEMERAH
Bukan Supermen
AKU ADALAH UKIRAN CINTAMU
YANG TELAH KAU UKIR DENGAN BEGITU INDAH
MUNGKIN YANG TERINDAH

TELAH KAU LUKIS SEGALA YANG ADA
DENGAN SEGALA WARNA CINTA 


HINGGA SEGALA YANG ADA HANYALAH PERCAYA

NAMUN
KAU TERLENA

PAHATMU MEGGORES TEPAT DI TEMPAT YANG TERINDAH
KUASMU MENCORET TEPAT DI TEMPAT YANG BERMAKNA

AKU 
UKIRAN CINTAMU
KINI TELAH TAK BERHARGA
TELAH TAK BERNYAWA
TELAH TAK BERMAKNA
TELAH TAK BERDAYA

DAN KAUPUN MEMBUANGNYA

KINI AKU HANYA MENUNGGU
SIAPA YANG KAN MAU MEMUNGUTNYA
DAN DENGAN RELA MENUTUP SEGALA LUKA

MESKI TAK KAN SEINDAH YANG PERNAH KAU CIPTA
Bukan Supermen
Diary.....sudah beberapa hari ini tiada ketenangan dalam hatiku...sejak mendengar kabar tentang istri tercinta. Entah mengapa begitu gelisah hatiku. Hati yang biasanya selalu tegar, dan percaya pada istriku, tiba-tiba saja luluh seperti es yang menacair... terasa hancur seperti lilin yang meleleh.