Bukan Supermen
Sahabat jiwaku hilang entah ke mana

Hanya jejak-jejak rembulan yang menelusur masuk ke dalam hati

Dan percikan air ketulusan kala tapak lembutnya menjabat hujan salam

yang datang menyapa

Achhh ...

Nampaknya ia telah tertelan rasanya sendiri.

Penyesalan dan rasa bersalah, tergurat jelas saat penanya menggores dinding

Bukan ... bukan itu.

Senyatanya itu adalah ketakutan

Hingga ia kalah melawan perasaan

Wahai Jiwa Sang Rembulan.

Kapan lagi kau memanggilku Sahabat Jiwa ?

Kini aku hanya menatapmu dari dini

Dari Halaman Jiwa Sang Rembulan



Bukan Supermen

22-01-2011

Seoul, In My Soul