Kulihat ...
Puisiku hidup di antara yang mati
Kudekati ...
Kusapa Puisiku sendiri
Owh ...
Puisiku menjawabnya ramah
Perlahan ...
Kuajak ngobrol sampai pagi
Owh ...
Puisiku mengimbanginya dengan lincah
Ya Tuhan ...
Kumohon ... Jangan Kau binasakan Puisiku kembali
Dan ijinkanlah Aku ...
Tuk hidup seribu tahun lagi
Tak pernah terfikirkan olehku .. Aku bisa berada di sini ...
Aku melangkah dengan begitu saja ...
Hanya senyum dan air mataku, .. Aku selalu berjalan ke sana ke sini ...
Memberikan sinar kasih sayang kepada siapa saja ...
Sementara sinar cinta itu, ... tetap terus kujaga ....
Tapi entah mengapa ...
Berjuta suara mencoba menyentuh hati ...
Ada satu, seperti paku tumpul yang dipukulkan dengan begitu keras ..
Hingga membekas bak Huruf braile ...
Tak Berlubang Memang ...
Tapi bagiku cukup menggangu kenyamanan Hati ..
Aku mencoba untuk tak mempedulikannya ...
Dan aku tetap berjalan seenaknya ...
Dan tiba-tiba ...
Duaarrrrrrr.......
Dinding Hati seperti terpukul lagi ...
Berlubang ...
Melaluinya, ... Kuintip ke luar ...
Hah ... ternyata dia ..
Katanya "Cinta"
Kucoba menutupnya ..
Namun setiap kali kucoba menutupnya ...
Cinta selalu memasukkan kata-kata yang bisa menyentuh rasa ...
Setiap Kali ...
Aku tertegun ..
Aku Heran ...
Dan akhirnya Aku Merenung ...
Ada Apa dengan hatiku ?
AKu Tak Tau ...
Tolong Jangn Permainkan Aku ...
AkU Sedang Lelah ...
Aku TAk Ingin Bermain-main ...
Tolong Tutuplah Lubang Itu Bila Kau Mau ...
Atau MAsuklah Dengan Sesuka HAtimu ...
Aku Mengijinkannya
Karena Hanya KAu YAng mampu Melakukannya ...
Seraut Wajah Sebatas Khayal Adalah Harapan
Harapan Melayang Setinggi Ruang Cahaya
Seindah Lembayung Senja
Melekat ...
Erat ...
Di Setiap Molekul Hati
Mengalirkan Darah Penuh Imagi
Dalam Sedihnya Aku Merasa Ada
Dalam Bahagianya Aku Merasa Ada
Menjadi Benang Harapan Untuk Meneruskan Rajutan Mimpi Mimpinya
Telah kulihat panjangnya malam
Kucoba menengok ke belakang dan menatap ke depan
Tapi hanyalah gelap, misteri, dan kehampaan yang kudapati
Membingungkan .....
Aku seperti hilang dalam diriku sendiri
Aku diam ...
Mecoba menata hati ...
Berharap rasa demi rasa segera terendap
Hingga kudapati beningnya kolam Nurani
Aku malu kepadaMu ...
Kini Aku ingin menangis dan tersenyum untukMu
Dengan sedikit air mata dunia
Maka ...
Ajari Aku cara mencintaiMu ....